Selamat Datang Di TernakSemutkroto.Com Sentral Budidaya Semut Kroto Tanpa Pohon

Telur Semut Merah Dongkrak Ekonomi Warga

May 2, 2012 admin BIBITJUALKROTOMURAHSEMUT KROTOSEMUT RANG-RANG

Lebak (ANTARA News) – Telur semut merah atau kroto untuk makanan burung berkicau dan umpan memancing ikan ternyata dapat mendongkrak ekonomi warga Kabupaten Lebak, Banten, karena harga jualnya mencapai Rp80 ribu per kilogram.

“Kami dan teman-teman pergi ke hutan mencari telur semut merah untuk menghidupi keluarga,” kata Hasan (45) warga Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Minggu.

Ia mengatakan, dirinya sudah lima tahun terakhir berburu kroto karena harga jualnya cukup bagus.

Saat ini, harga telur semut merah atau `rarangge` diterima oleh pedagang pengumpul sebesar Rp80 ribu per kilogram.

Harga sebesar itu, kata dia, tentu bisa menghidupi keluarga juga menyekolahkan dua anak.

“Kami sehari terkadang pulang ke rumah bawa uang Rp140 ribu dari hasil menjual kroto, padahal sebelumnya hanya Rp60 ribu per hari,” katanya.

Menurut Hasan, pemburuan kroto dilakukan sejak pagi hingga sore dan hari itu juga langsung dijual ke pedagang pengumpul.

Telur semut merah tidak bisa ditunda, karena dapat mengakibatkan telur kroto membusuk.

Sueb (45), warga Wanasalam, Kabupaten Lebak, mengatakan bahwa telur semut merah bisa didapatkan di pohon tinggi.

Beberapa pohon di antaranya adalah lame, petai, albasia, nangka dan mahoni.

Pengambilan telur semut dilakukan dengan memanjat lebih dulu untuk mengecek. Setelah yakin ada telur semut alat penangkap berupa bambu sepanjang 15 meter dengan kain serupa jala digunakan untuk memanen.

“Hasil tangkapan itulah kami jual ke penampung,” katanya.

Begitu pula Udin (45), seorang pemburu warga Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, menjelaskan bahwa dirinya setiap sore menjual hasil buruan telur semut ke pedagang pengumpul yang ada di sekitar Kecamatan Malingping.

“Saya menjual hasil buruan kroto bisa bawa uang ke rumah Rp100 ribu dan bisa memenuhi kebutuhan dapur,” katanya.

Ia mengaku setiap hari berjalan kaki hingga puluhan kilometer ke hutan-hutan untuk mencari telur semut itu.

Pemburuan kroto dapat menciptakan lapangan pekerjaan masyarakat, dan saat ini jumlah pemburu mencapai puluhan orang.

“Kami merasa beruntung sejak berhenti bekerja di Jakarta, kini pulang kampung bekerja sebagai pemburu kroto,” katanya.

Sementara itu, H Dudung (60), warga Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak mengatakan dirinya setiap hari menampung telur semut yang kebanyakan dari para pemburu asal selatan Kabupaten Lebak, meliputi Kecamatan Malingping, Cihara, Panggarangan, Cilograg, Bayah dan Cibeber.

Telur semut tersebut selanjutnya disalurkan kepada bandarnya yang ada di daerah Tangerang dan Jakarta.

“Setiap sore kami menampung telur milik ratusan pemburu. Jumlah yang mereka jual tidak jarang mencapai satu sampai dua kwintal,” ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya telah 17 tahun beraktivitas sebagai penampung kroto, dan ini sangat membantu ekonomi masyarakat.

Terbukti, banyak pencari kroto yang kehidupan ekonominya terus membaik.

“Itu bisa dibuktikan jika mereka datang ke sini selalu menggunakan sepeda motor,” katanya.
(U.KR-MSR/N001)

Editor: Ruslan Burhani

http://www.antaranews.com/berita/304210/telur-semut-merah-dongkrak-ekonomi-warga

bibit semut krotosemut kroto


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by AJIPONTO and AJITEK AGROMEDIASINDO.